research

Simulasi Penjalaran Dan Penentuan Run-Up Gelombang Tsunami Di Teluk Pangandaran, Jawa Barat

Abstract

Pangandaran merupakan kabupaten di Jawa Barat yang terletak di bagian selatan Pulau Jawa dan berhadapan dengan Samudra Hindia.Samudra Hindia merupakandaerah subduksi antar lempeng yang dapat mengakibatkan gempa dan tsunami, sebagai contoh gempa dan tsunami yang terjadi di Pangandaran (2006).Gempa dan tsunami yang pernah terjadi di suatu daerah, berpotensi terjadi kembali di masa mendatang.Tujuan dilakukan penelitian ini adalah untuk mengetahui tinggi gelombang tsunami, waktu tempuh dan run-up gelombang tsunami. Penelitian ini dilakukan pada 29 - 30 Desember 2015 di Teluk Pangandaran dengan koordinat antara 108°20'00” BT - 108°47'00” BT dan 7°36'00” LS - 7°48'00” LS. Metode penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif dan penentuan lokasi menggunakan metode purposive sampling.Data yang digunakan dalam penelitian berupa parameter patahan gempa, data batimetri, dan kelerengan pantai.Data dimodelkan dengan menggunakan software COMCOT v1.7 untuk mengetahui tinggi dan waktu tempuh penjalaran tsunami.Nilai tinggi gelombang hasil simulasi digunakan untuk menentukan nilai jangkauan run-up gelombang. Hasil simulasi menunjukkan ketinggian gelombang tsunami pada tiap skenario berkisar antara 2 – 9 meter dengan kisaran run-up antara 0 - 510 meter. Tinggi tsunami tertinggi ada di titik pengamatan 3 dan terendah di titik pengamatan 1.Run-up tertinggi terjadi di titik 3 dan run-up terendah di titik 6.Waktu yang diperlukan gelombang tsunami untuk mencapai daratan berkisar antara 39 – 48 menit.Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa tinggi tsunami tertinggi di Pangandaran terjadi di daerah dengan morfologi landai, sedangkan tinggi tsunami terendah terjadi di kawasan tebing atau belakang tanjung

    Similar works

    Full text

    thumbnail-image

    Available Versions

    Last time updated on 19/08/2017