research

Optimasi Kondisi Fermentasi Whey Dangke sebagai Produk Minuman dengan Response Surface Methodology

Abstract

Whey dangke merupakan limbah dangke yang belum banyak dimanfaatkan. Whey dangke dipisahkan dari curdmenggunakan getah buah pepaya sebagai sumber enzim. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimasi kondisifermentasi (level inokulum, waktu inkubasi dan level tapioka) whey limbah dangke sebagai produk minuman denganresponse surface methodology. Minuman fermentasi komersial digunakan sebagai target dalam menentukan kondisioptimal. Whey dicampur tepung tapioka level 0, 0,35., 0,7., 1,05 dan 1,4% dan dipanaskan sambil diaduk selama 5menit suhu 70 oC. Whey selanjutnya dipasteurisasi suhu 80oC selama 30 menit. Setelah dingin diinokulasi L.acidophiluslevel 1, 3, 5, dan 7% serta diinkubasi suhu 37 oC selama 8, 12, 16, 18 dan 24 jam. Karakteristik produk minuman yangdiperoleh dengan penambahan level inokulum 5%, tapioka level 0,7% dan diinkubasi 16 jam hampir sama karakteristikminuman fermentasi komersial adalah kandungan asam laktat 0,58%, viskositas 0,21 poise dan pH 3,7. Karakteristiktersebut dapat didekati dengan mengoptimasi kondisi fermentasi menggunakan metode RSM

    Similar works