research

Konflik Agama dan Etika Dialog: Membaca Dialog Kemanusiaan dalam Bingkai Sosiologi Komunikasi

Abstract

Konflik antarumat beragama atau Konflik kemanusiaanyang terjadi di tengah-tengah komunitas masyarakat akhir-akhir initelah mendorong berkembangnya dialog di tahan air secara intensifdan konstruktif. Hal ini bisa dilihat dari meningkatnya komunikasiantartokoh-tokoh dari berbagai latar belakang agama serta tumbuhkembangnya berbagai lembaga maupun aktivitas yang mempromosikandialog, toleransi dan pluralisme. Wacana-wacana tersebut menyeruakdalam diskusi, seminar maupun debat publik. Gejala ini memiliki artipenting bagi peningkatan kerukunan antara umat beragama, meskiintoleransi serta pertentangan atas nama agama masih terus terjadidengan tingkat intensitas yang lebih rendah. Secara teoritik dapatdikatakan bahwa konflik antarumat beragama secara otomatis akanmendorong prakarsa-prakarsa dialog. Aktivitas dialog kemudianakan meredakan pertentangan. Karenanya pertentangan yangmasih terus terjadi di tengah berlangsungnya dialog, menimbulkanpertanyaan soal efektivitas dialog yang digelar serta faktor apayang sesungguhnya menjadi penghambatnya. Secara sosiologis,iman, islam dan ihsan dapat diibaratkan sebagai tahapan-tahapanperkembangan kebudayaan relijiusitas masyarakat Islam. Imanmerupakan fase teologisnya, Islam adalah fase historisnya, sementaraIhsan merupakan tahapan kebudayaan yang lebih kosmopolit. Agendake depan adalah objektifikasi epistemologi ihsan sebagai konstrukbaru kehidupan umat Islam dalam realitas baru yang lebih kompleks.Baik teologi relasional maupun Ihsan sesungguhnya dapat menjadilandasan yang kuat bagi pengembangan etika dialog di kemudianhari. Untuk memperkaya analisa di atas, perlu dilihat sisi etika dialogdan komunikasi dialogis dalam perspektif sosiologi komunikasi untukmembuka tabir terhadap persoalan dialog dan etika dialog di tengah-tengah konflik yang terjadi

    Similar works

    Full text

    thumbnail-image

    Available Versions

    Last time updated on 19/08/2017