Untuk menunjang usaha pemerintah dalam menuju swasembada kedelai, perlu adanya upaya
pengembangan lahan kering seperti Ultisol. Budidaya kedelai pada tanah Ultisol menghadapi
berbagai kendala karena umumnya miskin unsur hara makro dan mikro. Salah satu usaha untuk
mengatasi kendala pada lahan kering Ultisol adalah melalui pendekatan pokok yakni perbaikan
kesuburan tanah dengan pupuk organik cair. Tujuan penelitian ini adalah untuk mempelajari respons
tiga varietas kedelai terhadap aplikasi pupuk organik cair dalam memperbaiki tingkat kesuburan
tanah Ultisol. Penelitian dilaksanakan pada lahan petani yaitu di kelurahan Kampung Baru
kecamatan Kedaton Bandar Lampung. Rancangan yang digunakan adalah acak kelompok dengan
pola faktorial. Faktor pertama adalah tiga varietas kedelai yaitu Krakatau (V1), Slamet (V2), dan
Wilis (V3). Faktor kedua adalah dosis pupuk organik cair (Supra Alam Lestari) yaitu 0 l ha-1 (P0), 10
l ha-1 (P1), 20 l ha-1 (P2), dan 30 l ha-1 (P3). Percobaan diulang 3 kali. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa aplikasi pupuk organik cair sampai pada dosis 30 l ha-1 mampu meningkatkan tinggi tanaman
kedelai 7,1% lebih tinggi daripada tanpa pupuk organik cair.Aplikasi pupuk organik cair sampai
pada dosis 20 l ha-1 mampu meningkatkan bobot berangkasan, serapan N, jumlah polong total, dan
hasil biji tanaman kedelai masing-masing sebesar 56,2%, 19,6%, 18,9%, dan 67,2% lebih tinggi
daripada tanpa pupuk organik cair. Hasil biji tertinggi sebesar 0,88 t ha-1 dihasilkan oleh varietas
Wilis