Dinda Arina Putri. 1305101050045. Efikasi Beberapa Jenis Serbuk Nabati SebagaiInsektisida Terhadap Hama Sitophilus zeamais pada Jagung di Penyimpanan di bawahbimbingan Alfian Rusdy sebagai ketua dan Muhammad Sayuthi sebagai anggota. RINGKASAN Tanaman jagung (Zea mays) umumnya bisa diolah setiap bagian-bagiannya, salahsatunya biji jagung yang dipipil. Jagung disimpan dalam waktu yang lama sehingga dalampenyimpanan masih banyak masalah yang harus dihadapi, salah terutama serangan hamagudang. Hama menyerang jagung karena mempunyai faktor yaitu sebagai makanan utamadan tempat hidup hama. Salah satu hama yang terdapat pada biji jagung adalah Hama Kutu Jagung(Sitophilus zeamais). Kutu jagung dikatakan hama karena tingkat populasinya yang banyakdan dapat merugikan. Hama tersebut merusak biji dengan melubangi biji sebagai tempatmeletakkan telur, berkembangbiak dan memakan isi biji sampai menyebabkan biji rusakdan tidak dapat digukan lagi. Oleh sebab itu, perlu dilakukan penelitian mengenaibagaimana cara mengendalikan hama jagung dengan cara yang alami sehingga tidakmerusak alam dan pakan ternak. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Hama Tumbuhan Program StudiProteksi Tanaman Fakultas Pertanian Unsyiah Banda Aceh. Penelitian dilaksanakan padabulan Oktober 2017 sampai Februari 2018. Penelitian ini menggunakan Rancangan AcakLengkap (RAL) faktor tunggal yang terdiri atas 4 perlakuan serbuk nabati yaitu serbukbunga cengkeh, daun mimba, daun sirsak dan daun babadotan. Setiap perlakuan diulangsebanyak 6 kali sehingga diperoleh 24 satuan unit percobaan. Parameter yang diamatiterdiri dari persentase daya repelensi, persentase mortalitas imago, lama imago muncul,jumlah imago dan persentase kerusakan biji. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan serbuk nabati paling efektif padapengamatan daya repelensi dijumpai pada serbuk bunga cengkeh dengan persentase98,33% 2 jam setelah aplikasi. Pengamatan mortalitas pada serbuk bunga cengkeh denganpersentase 85,00% HSA. Pengamatan lama imago muncul paling lama terdapat padaserbuk bunga cengkeh dengan rata-rata 9,17%, imago muncul pada hari ke-55 setelahaplikasi. Jumlah imago muncul paling sedikit terdapat pada serbuk bunga cengkeh denganrata-rata 0,33 (2) ekor dan persentase kerusakan biji terendah terdapat pada perlakuanserbuk cengkeh yaitu 2,35%