research

PENGARUH PENGGUNAAN AGREGAT HALUS JAMUR UJUNG DAN FILLER ABU KULIT KOPI TERHADAP KARAKTERISTIK MARSHALL CAMPURAN LAPIS ASPAL POLIMER MENGGUNAKAN LIMBAH PLASTIK POLYETHYLENE TEREPHTHALATE (PET)

Abstract

Kualitas lapis permukaan jalan yang baik sangat dipengaruhi oleh material yang digunakan yaitu agregat, aspal, serta filler. Agregat halus Jamur Ujung merupakan agregat lokal di Kabupaten Bener Meriah yang pemanfaatannya belum maksimal. Di sisi lain penggunaan agregat halus Jamur Ujung ini dapat mereduksi biaya konstruksi karena memiliki harga yang murah. Selain material Jamur Ujung, abu kulit kopi dan limbah plastik polyethylene terephthalate (PET) merupakan produk lokal yang mudah diperoleh dan dapat digunakan sebagai bahan alternatif untuk substitusi campuran aspal. Pada penelitian ini ingin melihat sejauh mana perbaikan karakteristik yang dapat dilakukan terhadap campuran aspal dengan menggunakan substitusi agregat halus Jamur Ujung, agregat standar dari Stone Crusher yang berlokasi di Lepung Baleuh, Kabupaten Aceh Besar, abu kulit kopi sebagai filler serta limbah plastik PET sebagai polimer. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kolaborasi penggunaan agregat halus Jamur Ujung, abu kulit kopi dan plastik PET terhadap kinerja campuran laston AC-WC. Penelitian ini dilakukan dengan pembuatan benda uji untuk menentukan kadar aspal optimum, selanjutnya benda uji dengan substitusi agregat halus Jamur Ujung (AHJ), kemudian benda uji dengan substitusi AHJ + abu kulit kopi (AKK) sebagai filler dengan variasi persentasi substitusi masing-masing 25%, 50%, 75% dan 100% serta benda uji dengan substitusi AHJ + filler AKK+ limbah plastik PET dengan variasi komposisi 1%, 2% dan 3%. Hasil yang diperoleh dari penelitian bahwa campuran yang memenuhi spesifikasi adalah campuran dengan substitusi 50% agregat halus Jamur Ujung; campuran dengan substitusi 50% agregat halus Jamur Ujung dan 25% filler abu kulit kopi; serta campuran dengan substitusi 50% agregat halus Jamur Ujung, 25% filler abu kulit kopi dan 2% plastik PET pada kadar aspal 5,87%. Penelitian ini dapat menjadi acuan bagi pemanfaatan limbah yang lebih berdaya guna tinggi bagi perkerasan jalan serta untuk mengatasi masalah pencemaran lingkungan akibat limbah.Kata Kunci : Campuran Laston (AC-WC), Agregat Halus Jamur Ujung, Abu Kulit Kopi, Limbah PE

    Similar works