FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS SYIAH KUALA
Abstract
Internet dijadikan sebagai sumber penghasilan, baik bagi para pebisnis dan para pemillik website di internet dengan cara mengizinkan website mereka disisipkan dengan iklan-iklan dari pihak pengelola iklan yang disebut iklan Pay Per Click (PPC). Pada dasarnya iklan-iklan PPC tersebut merupakan trafik dari internet yang diarahkan ke website, sehingga mengganggu kenyaman user dengan tampilan iklan PPC tersebut. Oleh karena itu, untuk meminimalisir munculnya iklan PPC perlu dilakukan pemblokiran terhadap trafik tersebut. Pemblokiran iklan PPC dapat dilakukan dengan sistem DNS Static dan juga sistem Address List + Raw yang merupakan fitur dari router MikroTik. Penelitian ini menguji 20 website menggunakan metode User Acceptance Test (UAT). Pengujian dilakukan dengan membandingkan hasil persentase keberhasilan pemblokiran dan juga waktu load website dari kedua sistem tersebut. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa sistem DNS Static dan sistem Address List+ Raw berhasil memblokir iklan PPC dengan sempurna. Namun sistem Address List + Raw memerlukan waktu load website yang lebih lama dibandingkan dengan sistem DNS Static