research

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPUTUSAN MASYARAKAT DALAM ADOPSI INOVASI ASAP CAIR (LIQUID SMOKE) DI KABUPATEN ACEH BESAR (STUDI KASUS ADOPSI INOVASI TEKNOLOGI DI GAMPONG NAGA UMBANG, KECAMATAN LHOKNGA)

Abstract

Friska Utari. 1305102010024. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keputusan Masyarakat Dalam Penundaan Adopsi Inovasi Asap Cair (Liquid Smoke) Di Kabupaten Aceh Besar (Studi Kasus Adopsi Inovasi Teknologi di Gampong Naga Umbang, Kecamatan Lhoknga) di bawah bimbingan Ir. Edy Marsudi, M.Si sebagai pembimbing utama dan Dr. Ir. Sofyan, M.Agric. Sc sebagai pembimbing anggota.RINGKASANPembangunan pertanian pada masa kini dan mendatang akan dihadapkan pada berbagai permasalahan yang semakin rumit maka diperlukan pengkajian teknologi pertanian yang harus diarahkan untuk mengatasi berbagai permasalahan tersebut. Adapun kehadiran inovasi asap cair di gampong Naga Umbang dianggap dapat menjawab masalah yang melanda kebiasaan masyarakat dalam menggunakan pestisida kimia namun akibat adanya perbedaan antara sikap terhadap inovasi dengan keputusan yang telah dibuat maka terjadilah dissonansi (ketidakselarasan) inovasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menjelaskan faktor internal (umur, tingkat pendidikan, tingkat kosmopolitan, motivasi dan keberanian mengambil resiko), faktor eksternal (ketersediaan sumber informasi, ketersediaan sarana produksi, intensitas penyuluhan, peluang pasar dan sistem sosial) dan karakteristik inovasi dapat mempengaruhi keputusan masyarakat dalam menunda penerapan teknologi asap cair di Gampong Naga Umbang Kecamatan Lhoknga.Penelitian ini menggunakan metode studi kasus pendekatan kualitatif, sedangkan pengumpulan data dilakukan dengan cara wawancara mendalam, observasi, dokumentasi dan di didukung data sekunder. Metode analisis menggunakan model interaktif dan triangulasi sebagai uji keabsahan data. Objek dari penelitian ini adalah masyarakat setempat di Gampong Naga Umbang. Jumlah responden pada penelitian ini yaitu sebanyak 8 orang terdiri dari 2 orang aparatur gampong yang terlibat dalam pengelolaan teknologi asap, 4 warga aktif yang ikut serta dalam pelatihan teknologi asap cair dan 2 orang tim workshop asap cair. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat Naga Umbang belum siap menerima kehadiran inovasi asap cair. Dalam pengambilan keputusan penundaan adopsi inovasi asap cair oleh masyarakat adanya dua aspek yang ditelaah yaitu karakteristik unit pengambilan keputusan (faktor internal dan faktor eksternal) dan persepsi karakteristik inovasi. Pada faktor internal dapat disimpulkan bahwa masyarakat tidak siap dengan hadirnya inovasi asap cair. Bagi mereka, asap cair bukanlah jawaban dalam menyelesaikan masalah yang ada di desa, hal ini disebabkan minimnya pengetahuan masyarakat terhadap inovasi dan banyak masyarakat tidak siap menanggung resiko jika inovasi dijalankan.Pada faktor eksternal dapat disimpulkan bahwa sikap masyarakat yang pasif terhadap informasi dan relasi yang cukup terbatas menjadikan desa berada dalam keadaan stagnan. Kendala-kendala tersebut mengarah kepada pola pikir masyarakat dimana penggunaan pestisida kimiawi lebih efektif, juga masyarakat tidak memiliki jiwa entrepreneurship dalam dirinya padahal hal ini akan berpengaruh baik pada akses sumber informasi dan kemajuan perekonomian masyarakat. Kurangnya niat dan motivasi juga menyebabkan masyarakat tidak memiliki kemauan kuat dalam menjalankan adopsi inovasi. Dengan tidak adanya fasilitator yang megawasi dan mendampingi masyarakat secara berkelanjutan membuat hal ini berada pada keputusan berhenti adopsi. Pada aspek persepsi karakteristik inovasi dapat disimpulkan masyarakat menganggap inovasi asap cair berada pada posisi aman jika diterapkan karena pengoperasian dan perawatan alat terbilang sederhana. Dari kelima karakteristik inovasi, masyarakat memberikan respon positif terhadap inovasi asap cair, hanya saja pada penyebaran inovasi asap cair tidak memberikan hasil yang positif karena masyarakat tidak berniat untuk membuat dan mencoba asap cair lagi setelah demonstrasi alat di balai desa. Pada kedua aspek ini menunjukkan kehadiran asap cair di Naga Umbang berada pada keputusan penundaan adopsi inovasi asap cair hingga pada akhirnya ditolak. Masyarakat atau petani sebagai sasaran utama dalam proses adopsi inovasi mengalami kesulitan dalam pemikiran maupun praktik kesehariannya dalam penerapan hal ini disebabkan sulitnya mengubah tradisi masyarakat yang selama ini terbiasa menggunakan pestisida kimia yang dapat membahayakan kesehatan jika hasil panen dikonsumsi secara terus menerus. Tetapi diantara masyarakat yang menolak inovasi, dua responden mengatakan hal sebaliknya yaitu kalau saja mereka mendapatkan penyuluhan secara bertahap mengenai asap cair ini maka adanya kemungkinan inovasi dapat dijalankan

    Similar works