RINGKASANTomat (Solanum lycopersicum) merupakan salah satu komoditas pertanian yangditanam secara luas di seluruh dunia, termasuk di Indonesia, karena memiliki rasa yang khas dan enak, juga memiliki nilai gizi seperti sumber vitamin A dan C yang sangat baik.Produksi tomat mengalami penurunan setiap tahun, salah satunya diakibatkan olehorganisme penganggu tanaman (OPT) yaitu patogen Fusarium oxysporum sehingga perlu dilakukan pengendalian hayati yaitu menggunakan Trichoderma harzianum dalam bentuk formulasi pelet yang praktis, efektif, dan efesien.Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) non faktorial yang terdiri dari 6 perlakuan dengan 3 ulangan, setiap perlakuan terdiri dari 10 unit bibit tomat.Penelitian ini terdiri dari 6 perlakuan yaitu perlakuan A (masa simpan pelet T. harzianum4 minggu), B (masa simpan pelet T. harzianum 3 minggu), C (masa simpan pelet T. harzianum 2 minggu), D (masa simpan pelet T. harzianum 1 minggu), E (masa simpanpelet T. harzianum 0 minggu), F (tanpa perlakuan pelet T. harzianum). Peubah yang diamati yaitu pre-emergence damping off, post-emergence damping off, masa inkubasi, persentase tanaman layu, tinggi tanaman, dan jumlah daun.Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelet T. harzianum yang disimpan 4 minggu efektif dalam menghambat perkembangan penyakit layu fusarium seperti menunda masainkubasi sampai 7 HSI, menekan pre-emergence damping off sampai 90%, post-emergence damping off 92,95%, serta mampu meningkatkan tinggi tanaman sampai 19,63 cm dan meningkatkan jumlah daun rata-rata 7 helai pada 35 HSI