research

HUBUNGAN ANTARA SELF-COMPASSION DENGAN PENERIMAAN NYERI KRONIS PADA PASIEN GAGAL GINJAL KRONIS YANG MENJALANI HEMODIALISA

Abstract

ABSTRAKNyeri adalah salah satu dampak fisik yang terjadi pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa. Rendahnya penerimaan terhadap kondisi nyeri tersebut, mempengaruhi pengobatan dan kondisi psikologis pasien. Salah satu cara yang dapat membantu penerimaan nyeri kronis adalah adanya self compassion pada diri pasien yaitu sikap mengasihi diri, tidak menghakimi diri dan berfikir secara berlebihan ketika mengalami penderitaan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self-compassion dengan penerimaan nyeri kronis pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa. Sampel penelitian berjumlah 68 pasien (38 laki-laki dan 30 perempuan). Total 68 pasien dari 2 instalasi hemodialisa didapatkan dengan menggunakan teknik pengambilan sampel convenience/accidental sampling. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan Self Compassion Scale dan Chronic Pain Acceptance Questionnaire Revised. Analisis data menggunakan teknik korelasi Spearman yang menunjukkan nilai koefisien korelasi (r) = 0,542 dengan nilai signifikansi (p) = 0,000 (p < 0,05) sehingga dapat diartikan bahwa terdapat hubungan positif dan siginifikan antara self-compassion dengan penerimaan nyeri kronis pada pasien gagal ginjal kronis yang menjalani hemodialisa. Hal ini mengindikasikan semakin tinggi skor self-compassion maka semakin tinggi skor pada penerimaan nyeri kronis, demikian juga sebaliknya. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa self-compassion berkaitan secara signifikan terhadap penerimaan nyeri kronis pada pasien. Kata kunci : Self-compassion, Penerimaan nyeri kronis, Gagal ginjal kronis, Hemodialis

    Similar works