Program Studi Magister Agribisnis Universitas Syiah Kuala
Abstract
ABSTRAKPetani karet di Aceh khususnya di wilayah Pantai Barat Selatan pada umumnya hampir tidak memiliki jalinan hubungan dengan pabrik pengolahan karet dan hubungan mereka terbatas hanya dengan pedagang pengumpul tingkat desa yang secara langsung melakukan transaksi bokar dengan petani. Petani menghasilkan bokar seolah-olah hanya memenuhi komitmen dengan pedagang pengumpul yang hampir tidak pernah membedakan kualitas bokar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis kelayakan finansial pembangunan pabrik pengolahan karet remah (Crumb Rubber).Metode pengolahan data dan analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kuantitatif. Analisis kualitatif digunakan untuk memperoleh gambaran tentang aspek-aspek kelayakan pembangunan industri pengolahan karet remah (crumb rubber) yaitu aspek finansial. Hasil dari penelitian biaya investasi pabrik pengolahan karet remah (crumb rubber) kapasitas 13.200 ton per tahun (umur ekonomis 20 tahun) cocok untuk digunakan dengan NPV Rp. 550.695.026.000,- NBCR 1,75, IRR 53,62 % serta payback periode 5 tahun 9 bulan. Berdasarkan analisis sensitivitas pembangunan pabrik karet kapasitas 5 ton per jam, masih layak untuk dilakukan hal ini dapat dilihat dari Net B/C rata-rata di atas 1, ini menunjukan bahwa pembangunan pabrik karet layak.Kata Kunci: Karet, Kelayakan Pabri