Sulitnya komunikasi yang dimiliki oleh penyandang tunarungu dan tunawicara membuat mereka sulit beraktivitas layaknya masyarakat biasa. Bahasa isyarat sebagai media komunikasi yang telah terbentuk saat ini belum mampu menghubungkan komunikasi terhadap masyarakat, hanya mampu menghubungkan komunikasi antar sesama penyandang. Oleh karena itu diperlukan alat bantu yang mampu menerjemahkan bahasa isyarat yang digunakan oleh para penyandang. Alat bantu berupa penerjemah bahasa isyarat dibentuk dengan menggunakan konsep Data Glove sehingga mampu menerjemahkan bahasa isyarat secara visual. Selain itu, dengan menggunakan kuesioner Semantic Differential, maka didapatkan tingkat emosi pengguna berdasarkan 12 Kansei word terhadap penggunaan alat penerjemah bahasa isyarat. Respon dalam bentuk emosi yang diutarakan oleh pengguna tersebut merupakan bagian dari metode Kansei Engineering. Oleh karena itu diperlukan penyesuaian produk terhadap metode Kansei Engineering agar produk yang diciptakan sesuai dengan kebutuhan pengguna dan mampu memudahkan interaksi antar penyandang dan masyarakat umum seperti lingkungan sosial pada umumnya.Kata kunci: Tunarungu, Tunawicara, Bahasa Isyarat, Alat Penerjemah, Semantic differential, Kansei Engineering