research

EVALUASI PELAKSANAAN OTONOMI KHUSUS DI KABUPATEN PIDIE JAYA (SUATU KAJIAN TERHADAP STRATEGI PENINGKATAN PENDAPATAN ASLI DAERAH)

Abstract

ABSTRAK Martunis EVALUASI PELAKSANAAN OTONOMI KHUSUS 2017DI KABUPATEN PIDIE JAYA (Suatu Kajian Terhadap Strategi Peningkatan Pendapatan Asli Daerah) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Syiah Kuala Dr. Mujibussalim, S.H., M.Hum (ix,63), pp, bilp, appOtonomi khusus adalah pemberian wewenang kepada daerah secara khusus dalam menyelenggarakan pemerintahan. Aceh merupakan salah satu daerah yang mendapat otonomi khusus dari pemerntah pusat. Kekhususan Aceh salah satunya adalah dalam bidang keuangan. Aceh menerima Dana Alokasu Khusus (DAU). Kabupaten Pidie Jaya mendapat DAU setiap tahunnya meningkat. Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui strategi Pemda Kabupaten Pidie Jaya dalam meningkatan pendapatan asli daerah dalam pelaksanaan otonomi khusus dan mengidentifikasi faktor penghambat dalam penerimaanpendapatan asli daerah dalam pelaksanaan otonomi khusus. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif. Subjek penelitian adalah orang yang terlibat secara langsung dengan kegiatan kegiatan pengumpulan dana dari Pendapatan Asli Daerah. Responden penelitian ini adalah DPRK (bagian pendapatan daerah), LSM (yang bergerak dalam bidang pendatan, Pemda Pidie Jaya (yang berkaitan dengan pendapatan daerah) dan Akademisi. Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data penelitian ini adalah dokumentasi dan wawancara. Hasil penelitian diperoleh gambaran bahwa tahun 2016, persentase realisasi setiap bidang adalah bidang pembangunan dan pemelihaan insfrastruktur sebesar 99,58%. Bidang pemberdayaan ekonomi rakyat sebesar 97,43%. Bidang pengentasan kemiskinan sebesar 96,30%. Bidang pendanaan pendidikan sebesar 98.57. Bidang pendanaan kesehatan sebesar 88,94%. Bidang pelaksanaan keistimewaan Aceh sebesar 97.21%. Secara rata-rata realisasi dana otonomi khusus yaitu sebesar 97,67%. Pada tahun 2016 dana otonomi khusus yang diterima oleh Kabupaten Pidie Jaya adalah 94.651.839.282. Pada tahun 2017, dana alokasi khusus yang diterima oleh Kabupaten Pidie Jaya adalah 98.263.717.918 naik sebesar 3.611.878.636 atau sebesar 3,16%. Kesimpulan hasil penelitian adalah strategi yang dilakukan oleh Pemeritah Kabupaten Pidie Jaya dalam peningkatan pendapat daerah adalah peningkatan sumber daya manusia, meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah, dan sosialisasi pelayanan pajak prima serta Kemitraan Perpajakan. Faktor yang menjadi penghambat dalam yang dialami oleh bagi Pemerintah Kabupaten Pidie Jaya dalam dalam meningkatkan pendapatan asli daerah adalah rendahnya sumber daya manusia aparat pajak, rendahnya kesadaran masyarakat dalam membayar pajak, tidak adanya peraturan daerah yang mengikat tentang wajib pajak, serta kurangya peran serta pemuka masyarakat dalam mensosialisasikan pentingnya pajak. Kata kunci : otonomi khusus, strategi peningkatan pendapatan asli daera

    Similar works