Program Studi Magister Akuntansi Universitas Syiah Kuala
Abstract
Penelitian ini ini dilakukan untuk mendeskripsikan perkembangan kinerja keuangan daerah pemekaran dengan induknya, dan menguji perbedaan kinerja keuangan diantara keduanya. Kinerja keuangan yang dimaksud dalam penelitian ini ditinjau dari indeks kinerja keuangan pemerintah daerah (IKKPD), tingkat desentralisasi fiskal, pertumbuhan pendapatan asli daerah (PAD), pertumbuhan pajak dan retribusi daerah, pertumbuhan belanja pegawai, pertumbuhan belanja modal, dan rasio belanja modal terhadap total belanja.Sampel pada penelitian ini adalah pemerintah kabupaten/kota hasil pemekaran dan induknya di Provinsi Aceh. Sampel yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 13 daerah pemekaran dan 8 daerah induk, yang diambil berdasarkan metode purposive sampling. Metode analisis yang digunakan adalah analisis statistik deskriptif dan uji statistik komparatif.Hasil analisis statistik deskriptif menunjukkan bahwa IKKPD semua daerah pemekaran lebih tinggi daerah induknya. Tingkat desentralisasi fiskal menunjukkan 3 dari 13 daerah pemekaran lebih tinggi dari daerah induknya. Pertumbuhan PAD, pertumbuhan pajak dan retribusi, dan pertumbuhan belanja modal menunjukkan 5 dari 13 daerah pemekaran lebih tinggi dari daerah induknya. Pertumbuhan belanja pegawai menunjukkan 7 dari 13 daerah pemekaran lebih tinggi dari daerah induknya, dan rasio belanja modal terhadap total belanja menunjukkan 9 dari 13 daerah pemekaran lebih tinggi dari daerah induknya. Hasil uji statistik komparatif menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan kinerja keuangan ditinjau dari rasio belanja modal terhadap total belanja, namun tidak terdapat perbedaan yang signifikan kinerja ditinjau dari IKKPD, tingkat desentralisasi, pertumbuhan PAD, pertumbuhan pajak dan retribusi daerah, dan pertumbuhan belanja modal antara pemerintah daerah pemekaran dengan pemerintah daerah induk.Kata kunci:daerah pemekaran, daerah induk, kinerja keuanga