Tanah longsor merupakan bencana alam yang sering terjadi di wilayah Indonesia dan banyak menimbulkan korban jiwa, kerugian harta benda, kerusakan sarana dan prasarana, dan dapat berdampak pada kondisi sosial dan ekonomi masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan memetakan daerah rawan longsor di Kabupaten Karo. Penelitian ini menggunakan data pengindraan jauh dan Sistem Informasi Geografis dengan melakukan pembobotan terhadap parameter yang mempengaruhi terjadinya longsor, yaitu: kelerengan, penggunaan lahan, curah hujan, ketinggian, jenis tanah dan jenis batuan. Hasil dari penelitian ini adalah peta kerawanan longsor yang dibagi menjadi lima kelas kerawanan, yaitu: tidak rawan, rawan rendah, rawan menengah, rawan tinggidan rawan sangat tinggi. Berdasarkan hasil analisis, di Kabupaten Karo terdapat wilayah yang tidak rawan terhadap longsor dengan luas 80,07 km2, wilayah rawan rendah dengan luas 1042,89 km2, wilayah rawan menengah dengan luas 745,32 km2, wilayah rawan tinggi dengan luas 237,48 km2 dan wilayah rawan sangat tinggi dengan luas 21,50 km2kata kunci: Tanah longsor, penginderaan jauh, SIG, pemetaa