Prrogram Studi Magister Teknik Kimia Universitas Syiah Kuala
Abstract
ABSTRAKUntuk mengetahui persen penyisihan ion logam Pb (II) dan Cr (VI) dari limbah sintetik, telah dilakukan proses adsorpsi dengan menggunakan biosorben dan arang aktif dari kulit manggis. Kontrol variabel dalam penelitian ini meliputi konsentrasi awal limbah sintetik dan interval waktu adsorpsi selama 20 menit hingga mencapai waktu adsorpsi 120 menit. Limbah sintetik yang digunakan pada penelitian ini yaitu komponen ion tunggal dari Pb (II) dan Cr (VI) dari larutan Pb (NO3)2 dan K2Cr2O7. Variasi dari konsentrasi awal limbah yaitu; 20, 40, 80, 100 dan 200 mg/L. Proses adsorpsi dilakukan pada pH larutan 5, rasio perbandingan berat adsorben dan volume larutan limbah 1:200, kecepatan pengadukan 60 rpm, ukuran adsorben nano, dan berat adsorben 0,5 gram. Masing-masing adsorben dikarakterisasi menggunakan SEM untuk mengetahui sturktur morfologi, FTIR untuk mengetahui gugus fungsi, dan SEM-EDS untuk mengetahui komponen kimia yang terkandung dalam adsorben tersebut. Hasil penelitian ini diperoleh bahwa arang aktif lebih maksimal menyerap logam Pb (II) dibandingkan dengan biosorben. Untuk penyerapan logam Cr (VI) pada konsentrasi awal logam 20, 40, dan 80 mg/L lebih baik dilakukan oleh arang aktif akan tetapi pada konsentrasi logam yang lebih tinggi (100 mg/L dan 200 mg/L) performa penyerapan terbaik dilakukan oleh biosorben. Kapasitas adsorpsi tertinggi oleh arang aktif untuk menyerap logam Pb (II) dan logam Cr (VI) adalah masing-masing sebesar 38,543 mg/g dan 36,838 mg/g. Sedangkan kapasitas adsorpsi tertinggi oleh biosorben untuk menyerap logam Pb (II) dan logam Cr (VI) adalah masing-masing sebesar 36,98 mg/g dan 36,12 mg/g.Kata kunci: Ion logam Pb (II), Cr (VI), biosorben, arang aktif, kulit manggis, nano adsorbe