Merokok sudah menjadi gaya hidup di masyarakat Indonesia termasuk di Aceh dan semakin bertambah tahun, usia individu mulai merokok semakin muda. Rata- rata individu mulai merokok di usia remaja awal yaitu usia 11-14 tahun dan salah satu yang melatarbelakanginya adalah faktor kepribadian seperti sensation seeking. Sensation seeking merupakan sebuah kebutuhan mencari sensasi dan pengalaman yang berbeda, baru, dan kompleks, serta adanya kesediaan untuk mengambil risiko, baik secara fisik maupun sosial demi mendapatkan pengalaman tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sensation seeking antara remaja awal perokok dan non-perokok. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah convenience sampling dengan jumlah 150 remaja awal yang terdiri dari 75 perokok dan 75 non-perokok yang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan skala adaptasi dan modifikasi brief sensation seeking scale yang disusun oleh Hoyle, Stephenson, Palmgreen, Lorch, dan Donohew (2002) dengan nilai koefisien reliabilitas penelitian sebesar (?) = 0,757. Uji hipotesis yang telah dilakukan menggunakan independent sample t-test menunjukkan nilai signifikasi sebesar 0,000 (