research

HUBUNGAN LAMA TERAPI ANTIRETROVIRAL DAN INFEKSI OPORTUNISTIK TERHADAP MALNUTRISI PADA PASIEN HIV/AIDS DI RSUDZA BANDA ACEH

Abstract

Malnutrisi berkontribusi terhadap peningkatan risiko kematian pada pasien HIV/AIDS. Terapi Antiretroviral (ARV) yang digunakan oleh pasien HIV/AIDS dapat menyebabkan mual, muntah dan gejala gastrointestinal sedangkan infeksi oportunistik dapat menyebabkan menurunnya asupan makanan dan malabsorbsi gastrointestestinal sehingga terjadi penurunan berat badan yang membuat paien jatuh kedalam kondisi malnutrisi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan lama terapi antiretroviral dan infeksi oportunistik terhadap malnutrisi pada pasien HIV/AIDS di RSUDZA Banda Aceh. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan desain cross sectional. Status gizi diukur dengan wawancara dan pemeriksaan menggunakan kuesioner Mini Nutritional Assessment (MNA). Data lama terapi ARV pasien dan infeksi oportunistik diperoleh dari buku register di poli Voluuntary, counseling and testing (VCT) RSUDZA Banda Aceh. Subjek penelitian adalah pasien HIV/AIDS yang telah mendapatkan terapi ARV atau memiliki infeksi oportunistik sebanyak 40 orang dimana diperoleh hasil penelitian subjek terbanyak adalah laki-laki sejumlah 62,5% dengan rentang usia terbanyak adalah 26-35 tahun. Regimen terapi ARV yang terbanyak digunakan adalah kombinasi AZT, 3TC dan NVP dengan mayoritas lama terapi adalah ?3 bulan (77,5%). Infeksi oportunistik yang terbanyak dialami adalah diare kronik (22,5%) dan bedasarkan penilaian status gizi dengan kuesioner MNA didapatkan 57,5% subjek berada dalam kategori risiko malnutrisi. Uji korelasi Spearman menunjukkan terdapat hubungan antara lama terapi dengan malnutrisi (p=0,011, r=0,397) dan tidak terdapat hubungan antara infeksi oportunistik dengan malnutrisi (p=0,927, r=0,015). Kesimpulan dari penelitian ini terdapat hubungan antara lama terapi antiretroviral dengan malnutrisi dan tidak terdapat hubungan antara infeksi oportunistik dengan malnutrisi

    Similar works