ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat bahaya erosi yang terjadi di DAS Kreung Geupue Kecamatan Leupung Kabupaten Aceh Besar yang berlangsung dari Desember 2015 sampai dengan Februari 2016. Penelitian ini menggunakan metode survei deskriptif, yang didasarkan pada hasil pengamatan dilapangan dan analisis tanah di laboratorium Penelitian Tanah dan Tanaman dan juga di laboratorium Fisika Tanah Fakultas Pertanian, Universitas Syiah Kuala. Perhitungan erosi menggunakan persamaan USLE (Universal Soil Loss Equation) yang dikemukakan oleh Wischmeier and Smith, 1978. Metode ini mengamati beberapa aspek, yaitu : erositivas (R), erodibilitas (K), faktor panjang dan kemiringan lereng (LS), pengelolaan tanaman (C) dan faktor konservasi tanah (P). Penelitian ini dilaksanakan dalam beberapa tahapan, yaitu : pengumpulan data dan peta lokasi penelitian, pelaksanaan di lapangan dan pengambilan sampel tanah, analisis laboratorium, analisis data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan erosi potensial tertinggi dijumpai erosi potensial tertinggi dijumpai pada SPL 12 yaitu 3.435,31 ton ha-1 th-1 dan erosi potensial terendah dijumpai pada SPL 7 yaitu 9,85 ton ha-1 th-1, untuk nilai erosi aktual tertinggi dijumpai pada SPL 1 yaitu 229,18 ton ha-1 th-1 dan terendah dijumpai pada SPL 7 yaitu 0,003 ton ha-1 th-1. DAS Krueng Geupue terdapat 4 kelas bahaya erosi yaitu Sangat Ringan (SR), Ringan (R), Sedang (S) dan Berat (B). Kelas bahaya erosi sangat ringan (SR) dijumpai pada SPL 3,6, 7 dan 8, tingkat bahaya erosi ringan (R) dijumpai pada SPL 2,4,5 dan 9, tingkat bahaya erosi sedang (S) dijumpai pada SPL 1,10 dan 13, tingkat bahaya erosi berat (B) dijumpai pada SPL 11 dan 12.Kata kunci : Erosi potensial dan erosi aktual , tingkat bahaya erosi, arahan konservas