ABSTRAKNama: Nur RahmaniaFakultas: Kedokteran GigiProgram Studi: Pendidikan Dokter GigiJudul: Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Bunuh Minimum (KBM) Ekstrak Serai (Cymbopogon citratus) Terhadap Perkembangan Candida albicansCandida albicans (C.albicans) merupakan spesies yang paling banyak terdapat di rongga mulut sebagai flora normal dan juga sangat berkaitan dengan candidiasis terutama oral candidiasis. Oral candidiasis adalah infeksi oportunistik yang paling umum berdampak pada mukosa rongga mulut. Serai (Cymbopogon citratus) memiliki kandungan kimia yang terdiri dari alkaloid, tanin, dan terpenoid yang dapat menghambat pertumbuhan jamur C. albicans. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ekstrak serai (Cymbopogon citratus) terhadap C. albicans. Ekstrak Serai (Cymbopogon citratus) dalam konsentrasi 6,25%, 12,5%, 25%, 50%, 75%, dan 100% dibuat secara maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Pengujian untuk menilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) ekstrak serai (Cymbopogon citratus) terhadap C. albicans dengan metode dilusi yang terdiri dari kelompok perlakuan, kelompok kontrol negatif (aquades) dan kelompok kontrol positif (flukonazol). Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) diketahui dengan menghitung jumlah koloni pada media SDA. Data dianalisis dengan uji One Way ANOVA yang kemudian dilanjutkan dengan uji Kruskal Wallis. Hasil menunjukkan tidak ada perbedaan bermakna antara kelompok perlakuan. Konsentrasi yang efektif dalam menghambat C. albicans adalah pada konsentrasi 25% dan Konsentrasi Bunuh Minimum didapatkan pada konsentrasi 100% dengan tidak ada pertumbuhan koloni C. albicans pada media SDA. Kata Kunci: Candida albicans, Oral Candidiasis, serai (Cymbopogon citratus)