Abstract. Melon merupakan tanaman buah semusim dan merupakan salah satu tanaman hortikultura bernilai ekonomi tinggi yang sering dibudidayakan. Konsumsi buah melon terus meningkat setiap tahunnya sementara produksi buah melon tidak menentu jumlahnya. Penurunan mutu dan produksi melon yang tidak menentu disebabkan oleh serangan hama dan penyakit yang bersumber dari udara, binatang, atau faktor lingkungan lain. Salah satu upaya untuk meningkatkan produksi melon yang berkualitas secara kontinyu dengan kuantitas yang tinggi per tanamannya adalah budidaya dengan sistem hidroponik. Hidroponik merupakan istilah yang digunakan untuk menjelaskan teknik bercocok tanam tanpa menggunakan tanah sebagai media tanamnya. Hal yang perlu diperhatikan dalam teknik budidaya secara hidroponik antara lain pemilihan media tanam dan konsentrasi nutrisi yang digunakan. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial 4 x 4 dengan 3 ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis media tanam terbaik dijumpai pada media arang sekam + pasir yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman melon. Konsentrasi nutrisi Hydro-J Melon terbaik yang dapat meningkatkan pertumbuhan dan hasil tanaman melon dijumpai pada 9 cc/L. Terdapat interaksi antara jenis media tanam dengan konsentrasi nutrisi Hydro-J Melon terhadap bobot buah, yaitu pada jenis media tanam cocopeat + arang sekam dan konsentrasi nutrisi Hydro-J Melon 9 cc/L.Kata Kunci : Hidroponik, media tanam, konsentrasi nutrisi, melon