Hipertensi yang tidak terkontrol masih menjadi masalah kesehatan masyarakat sampai sekarang. Kepatuhan minum obat merupakan kunci utama pengendalian hipertensi. Namun, faktor yang paling mempengaruhi kepatuhan minum obat dan pengendalian hipertensi belum sepenuhnya dimengerti. Selfefficacy, yang secara luas digunakan sebagai sebuah konsep psikososial, dikaitkan dengan kemampuan untuk mengelola penyakit kronis termasuk hipertensi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan antara self-efficacy dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi yang menjalani rawat jalan di Puskesmas Kuta Alam Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional study. Sebanyak 61 penderitahipertensi telah menyelesaikan kuesioner untuk mengukur kepatuhan minum obat,keadaan medis dan data sosiodemografi, sekaligus mengukur self-efficacy dalam mengelola hipertensi. Sebanyak 61,7% responden memiliki self-efficacy yang kurang baik dan 53,3% responden memiliki kepatuhan minum obat yang rendah. Sebanyak 16 dari 23 responden yang memiliki self-efficacy yang baik (69,6%) juga memiliki kepatuhan minum obat yang tinggi, sedangkan 26 dari 38 responden yang memiliki self-efficacy yang kurang baik (68,4%) juga memiliki kepatuhan minum obat yang rendah. Berdasarkan hasil analisa statistik menunjukkan adanya hubungan yang signifikan antara self-efficacy dan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi di Puskesmas Kuta Banda Aceh, (P value= 0,004 dengan ? = 0,05).Kata kunci: kepatuhan minum obat, hipertensi, self-efficac