Ikan tongkol merupakan jenis ikan laut yang sangat banyak di perairan Aceh. Produksi ikan tongkol di Aceh terus meningkat setiap tahunnya, saat panen rayabanyak ikan yang tidak termanfaatkan. Pengawetan ikan yang dilakukan dengancara pengeringan dibawah sinar matahari masih belum efesien karena energimatahari tidak selalu ada, bahkan kualitas ikan yang dihasilkan masih rendahmutunya akibat terkontaminasi kotoran dan sering dihinggapi lalat. Penelitian inibertujuan untuk mengkaji tentang pengeringan terhadap ikan tongkol yangdiproses menjadi keumamah dengan temperatur pengeringan yang optimal. Danmenganalisa laju penurunan kadar air serta perhitungan bahan bakar yangdigunakan yang terdiri dari cerobong, ruang pengering dan ruang pembakaran.Hasil pengujian menunjukkan pengeringan yang efektif diperoleh pada pengujianketiga dengan waktu pengeringan 7 jam, pengujian 1 dilakukan dengan bahanbakar kayu dan 2 serta 14 jam dilakukan dengan bahan bakar minyak untukpengujian 3 dilakukan dengan bahan bakar gas Elpiji 12 kg. Kadar air yangdicapai masing-masing model ikan yaitu 42.42% (pengeringan 1 dengan BB kayu), 58.58 % (pengeringan 2 dengan BB minyak), 59.26% (pengeringan 3 denganBB gas Elpiji 12 kg), 58.18%. Kata kunci : Keumamah, Proses Pengeringan, Bahan Bakar, Energi Panas,Distribusi Temperatur