ANALISIS KUALITATIF PENYALAHGUNAAN NAPZA DENGANPENDEKATAN HEALTH BELIEF MODEL PADA RESIDEN REHABILITASINAPZA DI KOTA BANDA ACEHNurjanisahNIM: 1209200180006Komisi Pembimbing:Teuku Tahlil, S. Kp, M.S, Ph.DDr. dra. Kartini Hasballah, M.S, AptABSTRAKPenyalahgunaan Napza salah satu kontributor utama beban penyakit global yangberupa disabilitas dan mortalitas. Berbagai alasan yang menyebabkan seseorangmelakukan penyalahgunaan Napza yaitu status sosial ekonomi, stresor, adiksi,peningkatan aktifitas, serta penghilangan mood depresi. Penelitian kualitatif dengandesain fenomenologi untuk menganalisis persepsi penyalahgunaan Napza denganpendekatan Health Belief Model. Partisipan dalam penelitian ini adalah residenrehabilitasi ketergantungan Napza di Kota Banda Aceh yang berasal dari tempatrehabilitasi yayasan Yakita, Tabina, dan Rumoh Harapan Aceh, teknik pengambilansampel menggunakan purposive sampling yaitu 21 partisipan. Pengumpulan datapada penelitian ini dilakukan dengan tehnik Fokus Group Discussion (FGD).mengeksplorasi persepsi penyalahguna Napza dengan konsep Health Belief Model.Hasil penelitian, persepsi resiko; resiko penyalahgunaan Napza berdampak padafisik, psikis, sosial, spiritual dan prilaku kriminal. Persepsi keparahan; tingkatkeparahan yang paling dominan adalah ada yang menyebutkan mengalamihalusinasi, perilaku paranoid, depresi, emosi tidak stabil dan muncul prilaku seksbebas. Persepsi manfaat program rehab; mendapatkan informasi, motivasi, kegiatanpositif, komitmen berhenti menggunakan Napza. Persepsi hambatan; hambatanuntuk berhenti dipengaruhi oleh lingkungan terutama teman. tindakan; mengikutiprogram rehab dan didukung oleh keluarga. Keyakinan diri ; tidak semua partisipanmenunjukkan keyakinan diri yang kuat untuk berhenti menggunakan Napza.Kesimpulan aspek penting yang berkaitan dengan hasil dari program rehab yangdiharapkan adalah harapan (expectancy) dan self-efficacy dalam melawanpenyalahgunaan Napza. Partisipan menunjukkan self-efficacy yang menunjukkankeraguan diri mereka dalam berhenti menggunakan napza.Kata Kunci: Penyalahgunaan Napza, Rehabilitasi, Health Belief Mode