research

UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI EKSTRAK N-HEKSANA, ETIL ASETAT DAN METANOL BUNGA CEMPAKA PUTIH (MAGNOLIA ALBA) TERHADAP STAPHYLOCOCCUS EPIDERMIDIS DAN STAPHYLOCOCCUS AUREUS

Abstract

Uji aktivitas antibakteri ektrak n-heksana, etil asetat, dan metanol bunga cempaka putih (Magnolia alba) terhadap Staphylococcus epidermidis dan Staphylococcus aureus telah dilakukan untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak bunga cempaka putih dalam menghambat pertumbuhan kedua bakteri tersebut. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana bunga cempaka putih mengandung senyawa flavonoid, terpenoid dan steroid. Sedangkan ekstrak etil asetat dan metanol bunga cempaka putih mengandung senyawa flavonoid, terpenoid, steroid, alkaloid, saponin, dan tanin. Uji aktivitas antibakteri terhadap ekstrak bunga cempaka putih menggunakan metode difusi Kirby-Bauer dengan variasi konsentrasi ekstrak yaitu 5, 10, 20, dan 50%. Hasil uji aktivitas antibakteri menunjukkan bahwa ekstrak n-heksana bunga cempaka putih tidak memiliki aktivitas antibakteri baik terhadap S. epidermidis maupun S. aureus. Sementara, ekstrak etil asetat bunga cempaka putih pada konsentrasi 5; 10; 20; dan 50% memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat berturut-turut adalah 10,45; 11,93; 15,03; dan 21,03 mm terhadap S. epidermidis dan 10,26; 14,26; 18,78; dan 26,13 mm terhadap S. aureus. Sedangkan, ekstrak metanol bunga cempaka putih pada konsentrasi 5; 10; 20; dan 50% memiliki aktivitas antibakteri dengan diameter zona hambat berturut-turut adalah 11,96; 14,11; 16,13 dan 18,01 mm terhadap S. epidermidis dan 7,23; 8,45; 10,46; dan 13,9 mm terhadap S. aureus. Secara keseluruhan, berdasarkan diameter zona hambat yang terbentuk, ekstrak etil asetet bunga cempaka putih memiliki aktivitas antibakteri yang paling baik dibandingkan dengan ekstrak metanol maupun n-heksana

    Similar works