HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN MEMORI JANGKA PENDEK PADA MAHASISWA FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SYIAH KUALA ANGKATAN 2013 YANG SEDANG MENYUSUN SKRIPSI
Stres merupakan salah satu masalah yang kerap kali dirasakan oleh mahasiswa kedokteran, salah satunya diakibatkan oleh tekanan yang muncul pada saat penulisan skripsi. Stres pada mahasiswa kedokteran menjadi isu penting terkait dengan munculnya berbagai gangguan pada tubuh salah satunya adalah gangguan pada memori dan kemampuan belajar. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan tingkat stres dengan memori jangka pendek pada mahasiswa kedokteran Universitas Syiah Kuala angkatan 2013 yang sedang menyusun skripsi. Jenis penelitian yang dilakukan adalah analitik korelasional dengan pendekatan potong silang (Cross Sectional). Sampel pada penelitian ini merupakan mahasiswa Pendidikan Dokter Universitas Syiah Kuala angkatan 2013 yang sedang menyusun skripsi sebanyak 65 sampel yang diambil secara acak menggunakan metode acak sederhana. Tingkat stres diukur menggunakan kuesioner Depression Anxiety Stress Scale 42 (DASS 42) dan pengukuran memori jangka pendek menggunakan tes digit span forward dan backward dari Wechsler Adult Intelligent Scale (WAIS). Dari hasil penelitian diperoleh persentase responden yang mengalami stres sebesar 32,31% dan responden yang tidak mengalami stres sebesar 67,69%, dengan persentase tingkat stres ringan sebesar 21,54 %, stres sedang sebesar 6,15%, stres berat sebesar 3,08%, dan stres sangat berat sebesar 1,54%. Dari hasil uji Spearman diperoleh p-value sebesar 0,033 dengan koefisien korelasi -0,265 yang menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara tingkat stres dengan memori jangka pendek dengan korelasi yang bersifat lemah dan berkebalikan. Sehingga semakin tinggi tingkat stres maka akan semakin rendah memori jangka pendek dan semakin rendah tingkat stres maka memori jangka pendek akan semakin tinggi.Kata Kunci: Stres, memori jangka pendek, mahasiswa kedoktera