Remaja merupakan fase perkembangan yang amat potensial, baik dilihat dari aspek kognitif, emosional, maupun fisik. Kecerdasan emosional menjadi salah satu indikator dalam perkembangan fungsi mental individu sehingga penting diperhatikan pada masa remaja. Rendahnya kecerdasan emosional akan menyebabkan kesulitan dalam pengontrolan emosi sehingga individu rentan mengalami stres dan depresi, terutama pada remaja yang dipesantrenkan akibat tuntutan hidup mandiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dengan derajat depresi pada remaja kelas X dan XI yang dipesantrenkan di SMA Inshafuddin Banda Aceh. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan rancangan cross sectional. Pengambilan sampel menggunakan teknik total sampling dengan sampel sebanyak 176 responden. Data penelitian kecerdasan emosional diperoleh dari kuesioner kecerdasan emosional yang dibuat sendiri oleh peneliti berdasarkan teori Goleman dan juga diadaptasi dari beberapa kuesioner kecerdasan emosional pada penelitian sebelumnya. Sedangkan untuk menilai derajat depresi menggunakan kuesioner BDI II yang sudah valid dan reliabel. Data selanjutnya dianalisis dengan uji statistik Spearman Correlation. Hasil analisa data diperoleh nilai signifikansi 0,000 (p?0,005), menunjukkan kecerdasan emosional memiliki keeratan dengan variabel derajat depresi dengan r hitung pada rank correlation bernilai -0,372. Kata kunci: kecerdasan emosional, derajat depresi, remaja yang dipesantrenka