ABSTRAKPembangunan infrastruktur yang semakin lama semakin baik. Hal ini tidak terlepas dari perkembangan teknologi bahan dan konstruksi yang terus mengalami peningkatan. Fasilitas tersebut menuntut penggunaan bahan bangunan yang ekonomis, ramah lingkungan dan berkualitas, salah satu bahan bangunan tersebut adalah penggunaan bata beton sebagai material penyusun dinding. Dalam usaha untuk menekan biaya produksi pembuatan bata beton penulis mencoba menambah material tanah dalam komposisi campuran bahan penyusunnya. Penambahan tanah dalam komposisi bata beton bertujuan untuk mengetahui komposisi optimal penggunaan tanah sebagai penyusun bata beton pada campuran yang ditemui dilapangan. Pada penelitian ini dilakukan pengujian dua variasi campuran bata beton yang ditemui dilapangan yaitu 1 : 6 (semen : pasir) dan 1 : 7 (semen : pasir) dengan faktor air semen 0,5 serta campuran bata beton dengan penambahan tanah 1 : 6 : 1 (semen : pasir : tanah) dan 1 : 7 : 1 (semen : pasir : tanah). Pengujian yang dilakukan yaitu pengujian kuat tekan silinder mortar dengan diameter 10 cm dan tinggi 20 cm. Jumlah benda uji yang digunakan sebanyak 36 benda uji. Pengujian dilakukan pada saat benda uji berumur 7, 14, dan 28 hari. Berdasarkan Anonim (1989) bata beton tanpa tanah variasi 1 : 6 merupakan variasi yang maksimum digunakan sebagai material penyusun dinding, hal ini dikarenakan bata beton tanpa tanah tersebut memiliki nilai kuat tekan yang paling tinggi diantara variasi bata beton tanpa tanah yang lain dan masuk kedalam tingkat mutu III dan untuk bata beton tanah dengan variasi campuran 1 : 6 : 1 merupakan variasi campuran yang maksimum digunakan sebagai material penyusun dinding, hal ini dikarenakan bata beton tanah tersebut memiliki nilai kuat tekan yang paling tinggi diantara variasi bata beton tanah yang lain dan masuk kedalam tingkat mutu III.Kata Kunci : Bata Beton, Tanah, Kuat Tekan