research

IDENTIFIKASI BAWAH PERMUKAAN MENGGUNAKAN METODE MAGNETIK DI KAWASAN BENTENG KUTA BATEE, TRUMON, ACEH SELATAN

Abstract

Telah dilakukan pengukuran metode magnetik di kawasan Benteng Kuta Batee, Desa Keude Trumon Kecamatan Trumon Kabupaten Aceh Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk melihat sisa benda-benda arkeologi yang tertimbun di kawasan tersebut. Data anomali medan magnetik total diukur menggunakan peralatan Proton Precision Magnetometer (PPM). Luas area pengukuran sebesar 52 x 50 meter dengan lintasan pengukuran sebanyak 26 lintasan, di setiap lintasan dibuat titik, dengan spasi antar lintasan 2 meter spasi antar titik 2 meter dan jumlah titik pengukuran sebanyak 619 titik. Untuk mendapatkan anomali medan magnetik total maka dilakukan koreksi variasi harian dan International Geomagnetic Reference Field (IGRF). Nilai anomali magnetik total minimum sebesar -198.9 nT dan nilai anomali maksimum sebesar 80.9 nT. Untuk memperjelas keberadaan benda arkeologi yang terkubur maka dilakukan penapisan secara Low Pass Filter dan High Pass Filter. Dimana penapisan secara Low Pass Filter dilakukan untuk mendapatkan anomali regional dan High Pass Filter dilakukan untuk mendapatkan anomali residual. Data yang sudah diolah selanjutnya akan dilakukan Interpretasi secara kualitatif. Berdasarkan interpretasi kualitatif titik-titik yang diduga anomali berada dekat dengan sumur (116.94), dekat dengan reruntuhan benteng (104.92) dan dekat dengan pondasi benteng yang sudah hancur (114.104). Kata Kunci : Metode Magnetik, Penapisan High Pass Filter dan Low Pass Filter,Benteng Kuta Bate

    Similar works