Merokok telah menjadi salah satu gaya hidup paling diminati oleh individu diberbagai kalangan. Perilaku merokok pada usia dewasa diyakini merupakan perilaku yang disadari dampaknya, akan tetapi masih banyak individu yang melakukannya tanpa memikirkan dampak negatif tersebut. Dampak tersebut menjadi suatu pertimbangan setiap individu dalam membuat keputusan untuk merokok atau tidak. Pertimbangan terhadap konsekuensi masa depan (atau dikenal dengan sebutan consideration of future consequences) akan tampak dari perilaku individu saat ini. Tujuan penelitian adalah untuk melihat perbedaan consideration of future consequences pada dewasa awal yang merokok dan tidak merokok. Penelitian ini melibatkan 84 sampel pada laki-laki dewasa awal (42 perokok dan 42 tidak merokok) yang berada pada rentang usia 30-40 tahun, yang dipilih dengan menggunakan teknik sampling insidental. Adapun teknik pengumpulan data dengan menggunakan Consideration of Future Consequences Scale yang disusun oleh Joireman, Shaffer, Balliet, dan Strathman (2012), dalam penelitian ini nilai koefisien reliabilitas yaitu (?) = 0,845. Uji hipotesis menggunakan Independent Sampel t-Test yang menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,000 (