research

TANGGAPAN PENGELOLA BUTIK KOTA BANDA ACEH TERHADAP KOMPETENSI MAHASISWA PRAKERIN KONSENTRASI TATA BUSANA FKIP UNSYIAH

Abstract

ABSTRAKRahmi, 2016. Tanggapan Pengelola Butik Kota Banda Aceh Terhadap Kompetensi Mahasiswa Prakerin Konsentrasi Tata Busana FKIP Unsyiah. Skripsi, Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Syiah Kuala. Pembimbing:(1)Dra. Mukhirah, M. Pd., (2) Dra. Fitriana, M. SiKata Kunci: prakerin, kompetensi, butikPraktik Kerja Industri (Prakerin) adalah mata kuliah wajib pada Konsentrasi Tata Busana FKIP Unsyiah, yang merupakan suatu upaya mewujudkan visi dan misi Prodi PKK Unsyiah untuk menyiapkan tenaga kependidikan yang unggul serta wirausaha yang berkualitas. Pada pelaksanaan prakerin lembaga pendidikan dan pengelola usaha sudah memiliki kesepakatan tertentu. Jika ditinjau mahasiswa prakerin sudah memiliki bekal yang cukup utuk praktik lapangan, begitu juga halnya pengelola usaha yang sudah memiliki pengetahuan dalam menjalankan usaha. Dalam hal ini kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa sangat berpengaruh dengan pelaksanaan prakerin. Pelaksanaan prakerin pada penelitian ini yaitu di butik yang berada di Kota Banda Aceh. Butik adalah toko yang menjual busana dan pelengkapnya dengan kualitas tinggi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah (1) Mengetahui model usaha butik yang dikembangkan oleh pengelola butik Banda Aceh yang menerima mahasiswa prakerin Konsentrasi Tata Busana FKIP Unsyiah. (2) Kesesuaian kompetensi mahasiswa prakerin dengan kebutuhan butik di Kota Banda Aceh. (3) Manfaat prakerin yang dilaksanakan oleh mahasiswa Konsentrasi Tata Busana FKIP Unsyiah bagi butik di Kota Banda Aceh. (4) Faktor pendukung dan penghambat program prakerin yang dilaksanakan oleh mahasiswa Konsentrasi Tata Busana FKIP Unsyiah oleh butik di Kota Banda Aceh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif dan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Subjek dalam penelitian ini sebanyak 3 orang, yang semuanya merupakan pengelola butik Kota Banda Aceh. Berdasarkan hasil analisis temuan penelitian ini dapat dikemukakan bahwa kecakapan mendesign, membuat pola, memotong bahan, menjahit dan finishing yang dimiliki mahasiswa dalam pelaksanaan prakerin di ketiga butik sudah baik. Simpulan dari penelitian ini bahwa model usaha yang dikembangkan oleh ketiga butik adalah usaha perseorangan; kompetensi yang dimiliki oleh mahasiswa prakerin Konsentrasi Tata Busana FKIP Unsyiah sudah sesuai dengan kebutuhan butik; program prakerin sangat bermanfaat baik bagi mahasiswa yang melaksanakan prakerin maupun bagi butik; Tidak ada faktor penghambat dalam pelaksanaan program prakerin

    Similar works