Penelitian ini bertujuan mengetahui efek pemberian ekstrak daun kirinyuh (Euphatorium odoratum) terhadap penyembuhan luka bakar derajat IIB pada tikus putih (Rattus norvegicus). Hewan coba yang digunakan adalah tikus putih sebanyak 12 ekor, berjenis kelamin jantan, berumur 2-3 bulan dan berat badan 180-230 gram, dibagi menjadi 4 kelompok perlakuan, masing-masing perlakuan terdiri atas 3 ekor tikus. Luka bakar derajat IIB dibuat pada punggung tikus menggunakan solder listrik yang terhubung dengan logam. Perawatan luka dilakukan satu kali sehari selama 21 hari yaitu K1 hanya diberi akuades, K2, K3, dan K4 masing-masing diberikan ekstrak daun kirinyuh 5%, 10%, dan 15%. Parameter pada penelitian ini adalah pengecilan diameter luka, kemerahan dan edema, awal terbentuknya keropeng serta lepasnya keropeng pada setiap tikus kelompok perlakuan. Analisis dilakukan secara deksriptif dengan menampilkan hasil penyembuhan luka bakar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dosis 15% menunjukkan hasil kesembuhan yang lebih cepat pada luka bakar derajat IIB dibandingkan dengan akuades, 5%, dan 10%. Penelitian ini dapat disimpulkan bahwa ekstrak dengan dosis 15% memiliki efek mempercepat penyembuhan luka bakar derajat IIB pada tikus putih