ABSTRAKLabelling merupakan pemberian cap/label oleh masyarakat kepada seseorang di karenakan perilaku menyimpang yang kemudian individu cenderung akan melanjutkan penyimpangan tersebut. Orang dengan masalah narkoba dapat menimbulkan bahaya yang lebih besar bagi kehidupannya dan nilai-nilai budaya bangsa. Pengguna narkoba sebenarnya adalah orang sakit bukan pelaku kejahatan, sehingga membutuhkan pengobatan dan rehabilitasi. Rehabilitasi adalah tempat memberikan pelatihan keterampilan dan pengetahuan bagi pecandu untuk menghindari diri dari narkoba. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui terjadinya label pada pengguna narkoba dan pengaruh label terhadap perilaku penerima label dalam proses rehabilitasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif analisis, dimana informan penelitian ditentukan dengan menggunakan teknik sampling purposive. Untuk menganalisis penelitian ini, peneliti menggunakan teori labelling oleh Lemert. Data dikumpulkan melalui wawancara dan observasi, serta selanjutnya dianalisis. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa dalam proses rehabilitasi pemulihan pecandu narkoba diperlukan interaksi antara pecandu dan konselor juga antara konselor dengan keluarga. sehingga keputusan atau hasil akhir dari rehabilitasi adalah dua kondisi yaitu pulih dan relapse. Dengan tingkat resiko relapse sangat tinggi, dibutuhkan pertolongan dari dokter, konselor, keluarga dan teman terdekat akan memberi motivasi dan konseling terhadap kepulihan bagi pecandu. Maka Rehabilitasi adalah cara penyelamatan yang dilakukan oleh pihak BNNP Aceh khususnya bagi para pecandu narkoba dalam pemulihan.Kata Kunci: Labelling, Rehabilitasi, Pecandu Narkob