Isolasi senyawa antiobesitas ekstrak daun murbei (Morus alba) yang bertujuan untuk mengisolasi senyawa aktif antiobesitas dan mengetahui aktivitas antiobesitas dari ekstrak daun M. alba terhadap mencit (Swiss Webster) telah dilakukan. Isolasi dilakukan dengan cara maserasi menggunakan pelarut n-heksana dan etil asetat, berturut-turut diperoleh ekstrak sebanyak 79,33 gram (2,64%) dan 54,31 gram (1,81%). Uji antiobesitas dilakukan terhadap kedua ekstrak tersebut dengan dosis 100, 500, 1000 dan 1500 mg/Kg BB mencit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kedua jenis ekstrak ini dapat mengurangi berat badan mencit pada dosis 1500 mg/Kg BB mencit, tetapi aktivitas antiobesitas ekstrak etil asetat relatif lebih besar (penurunan berat badan sebesar 7,77%) dibandingkan dengan ekstrak n-heksana (penurunan berat badan 5,53%). Fraksinasi ekstrak etil asetat menghasilkan empat kelompok fraksi (fraksi A, B, C dan D). Rata-rata penurunan berat badan mencit fraksi A, B dan C dosis 1500 mg/Kg BB mencit masing-masing sebesar 4,76%, 1,81% dan 3,53%. Sedangkan fraksi D dapat meningkatkan berat mencit sebesar 7,05%. Hasil KG-SM ekstrak etil asetat menunjukkan bahwa daun M. alba diduga mengandung senyawa seperti turmeron, dibutil ftalat, kolesterol, etil linoleat dan lain-lain.Kata kunci : Morus alba, antiobesitas, mencit Swiss Webster, turmeron, etil linolea