Salah satu pengendalian penyakit tanaman adalah pengendalian secarabiologi dengan memanfaatkan agens hayati. Cendawan Trichoderma spp. telahbanyak dikembangkan sebagai agens hayati untuk mengendalikan berbagaipenyakit pada berbagai komoditas tanaman. Aplikasi Trichoderma spp. dalam bentuk substrat kurang praktis karena membutuhkan wadah yang cukup banyak,tenaga kerja banyak, dan sering mengalami kendala untuk dibawa dandiaplikasikan di lapang. Oleh karena itu, perlu dicari formulasi Trichoderma spp.yang lebih praktis, efektif, dan efisien. Salah satu cara yang dapat dikembangkanadalah penggunaan substrat tumbuh Trichoderma spp. dalam bentuk formulasipelet. Bahan dasar pembuatan formulasi pelet Trichoderma spp. adalah bahanbahanyang menjadi sumber karbohidrat dan protein yang diperlukan olehTrichoderma spp. atau cendawan pada umumnya. Penelitian ini bertujuanmengetahui potensi daun lamtoro dan daun katuk sebagai sumber nutrisi padapelet media tumbuh Trichoderma sp. serta untuk mengetahui potensi peletberbahan aktif Trichoderma sp. untuk mengendalikan cendawan Sclerotium sp.dan Rhizoctonia sp. Pada pengujian In vitro menggunakan 4 perlakuan formulasi pelet Trichoderma harzianum yaitu DDL, DDK, DAT dan DDS. Uji In vitro padapengujian pertumbuhan T. harzianum dari formulasi pelet DDK dan DDL tumbuhdengan baik dan ekstensif. Cendawan T. harzianum dalam formulasi pelet DDKmenunjukkan daya hambat paling tinggi terhadap pertumbuhan koloni cendawanpatogen Sclerotium sp. dan Rhizoctonia sp. dengan daya hambat 75,0% dan68,9% pada media tumbuh PDA dibandingkan dengan formulasi DDL, DAT danDDS. Kata Kunci: Pelet, T. harzianum, dan Uji In vitr