Lanjut usia merupakan proses menua pada manusia yang tidak dapat dihindarkan,yang ditandai dengan penurunan fungsi tubuh untuk beradaptasi dengan streslingkungan, dan merupakan tahap akhir dari siklus kehidupan manusia. Haltersebut merupakan beban berat bagi lansia yang dapat menimbulkan depresi.Salah satu cara untuk mengurangi gejala depresi pada lansia adalah denganmeningkatkan kesehatan psikososial melalui dukungan sosial terutama daridukungan keluarga. Dukungan keluarga memengaruhi kemampuan lansia untukmencegah terjadinya stres dan depresi dalam kehidupannya, dan meningkatkankemampuan fungsional. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antaradukungan keluarga dengan sindrom depresi pada lansia. Jenis penelitian ini adalahpenelitian analitik dengan deain cross sectional study terhadap 55 lansia diRumoh Seujahtera Geunaseh Sayang Ulee Kareng. Sampel dipilih menggunakanteknik total sampling. Variabel yang diukur adalah dukungan keluarga dansindrom depresi pada lansia. Uji statistik menggunakan uji chi square dengantingkat kepercayaan 95%. Hasil analisis bivariat adalah p=0,018 yangmenunjukkan adanya hubungan bermakna antara dukungan keluarga dengansindrom depresi pada lansia. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapathubungan yang bermakna antara dukungan keluarga dengan sindrom depresi yangdialami oleh lansia.Kata kunci: Lanjut usia, dukungan keluarga, depresi pada lansi