research

STRATEGI PENGEMBANGAN KLASTER EKONOMI BERBASIS AGRIBISNIS SALAK DI KABUPATEN TAPANULI SELATAN

Abstract

Salak (Salacca edulis L.) sebagai salah satu komoditas pertanian memiliki prosfek dalam pengembangan agribisnis yang mendukung peningkatan ekonomi petani. Selain dikonsumsi dalam bentuk buah segar, salak dapat dikonsumsi dalam berbagai bentuk olahan. Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan sentra penghasil salak di Sumatera dengan produksi 462.758 Ton/Tahun. Kabupaten Tapanuli Selatan saat ini mengarah sebagai daerah klaster ekonomi. Konsep klaster ekonomi telah banyak mengundang perhatian berbagai stakeholder terhadap pengembangan ekonomi lokal suatu wilayah. Penelitian bertujuan untuk mengetahui apakah agribisnis salak dapat dikembangkan sebagai suatu klaster ekonomi di Kabupaten Tapanuli Selatan. Data dianalisis menggunakan metode deskriptif, matriks IFAS/EFAS dan SWOT. Matriks IFAS/EFAS untuk menganalisis lingkungan internal dan lingkungan eksternal. Matriks SWOT untuk menentukan posisi dan strategi agribisnis salak. Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Tapanuli Selatan karena daerah potensial bagi agribisnis salak. Responden dalam penelitian ini adalah petani salak, pedagang salak, industri pengolahan salak dan lembaga pendukung (Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan). Hasil penelitian menjelaskan Matriks IFAS memperoleh skor 2,903 sebagai sumbu X dan Matriks EFAS memperoleh skor 2,813 sebagai sumbu Y. Agribisnis salak berada pada kuadran I. Artinya pada posisi ini agribisnis salak memiliki peluang dan kekuatan yang dapat dimanfaatkan untuk pertumbuhan agresif, melalui perluasan pangsa pasar, pengembangan produk dan melihat selera konsumen serta meningkatkan jumlah produksi olahan salak

    Similar works