ABSTRAKUkuran tubuh dapat dinilai dengan pengukuran antropometri. Gabungan beberapa ukuran tubuh disebut indeks antropometri. Indeks wajah (indeks prosopic) merupakan indeks antropometri yang didapat dari perbandingan panjang dan lebar wajah. Pada bayi baru lahir, usia gestasi merupakan salah satu faktor yang dapat mempengaruhi indeks wajah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui hubungan usia gestasi dengan indeks wajah bayi baru lahir. Jenis penelitian ini adalah Observational Analitic dengan rancangan penelitian Cross Sectional. Subjek penelitian ini adalah bayi baru lahir di Ruang NICU dan Ruang Rawat Seurunee 3 RSUD dr. Zainoel Abidin Banda Aceh. Sampel penelitian ini dipilih secara quota sampling. Pengumpulan data didapatkan dari penilaian New Ballard Score dan pengukuran panjang dan lebar wajah. Data yang diperoleh dianalisis dengan uji Spearman. Hasil penelitian ini didapatkan responden sebanyak 43 orang yang terdiri dari 22 (51,2%) laki-laki dan 21 (48,8%) perempuan. Didapatkan usia gestasi prematur dan matur cenderung memiliki indeks wajah hypereuriprosopic (< 79,9) yang masing-masing berjumlah 8 (66,7%) dan 15 (48,4%). Disimpulkan bahwa tidak terdapat hubungan yang bermakna antara usia gestasi dengan indeks wajah bayi baru lahir (p = 0,319 dan r = 0,156).Kata kunci : indeks wajah, usia gestasi, bayi baru lahi