research

PERBANDINGAN PENINGKATAN KADAR SGOT DAN SGPT PADA ANAK EPILEPSI YANG MENDAPAT MONOTERAPI ASAM VALPROAT DI POLIKLINIK ANAK RSUDZA

Abstract

Asam valproat merupakan salah satu jenis antiepilepsi yang mengalami metabolisme dalam hati dan lama terapi epilepsi bisa berlangsung selama 2 tahun atau lebih. Penilaian fungsi hati menjadi topik penting pada penggunaan obat dalam jangka waktu panjang dan dapat diketahui dengan memeriksa Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase/SGOT dan Serum Glutamic Pyruvic Transaminase/SGPT. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbandingan peningkatan kadar SGOT dan SGPT pada anak epilepsi yang mendapat monoterapi asam valproat. Studi komparatif dengan pendekatan cross sectional dilaksanakan pada bulan Juli sampai November 2015. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah probability sampling dengan rancangan systematic random. Data diperoleh dengan melihat data rekam medik pasien dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian dengan jumlah sampel sebanyak 48 anak yang terdiri atas 28 laki-laki dan 20 perempuan adalah kadar SGOT memiliki peningkatan signifikan dibandingkan dengan kadar SGPT. Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase memiliki peningkatan yang signifikan antara kadar SGOT awal terapi dengan kadar SGOT akhir terapi (p-value=0,008). Serum Glutamic Oxaloacetic Transaminase tidak memiliki peningkatan signifikan antara kadar SGPT awal dan akhir terapi (p-value=0,416).Kesimpulan pada penelitian ini adalah peningkatan kadar SGOT lebih signifikan dibandingkan dengan peningkatan kadar SGPT. Kata kunci: asam valproat, epilepsi, SGOT, SGPT

    Similar works