Angka kejadian Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) pada balita di Gampong Sukaramai dari tahun 2010 sampai dengan 2011 mengalami peningkatan yaitu dari 111 jiwa menjadi 306 jiwa. Untuk mengurangi kemungkinan yang dapat meningkatkan potensi anak terkena ISPA maka diperlukan upaya pencegahan. Tujuan penelitian dilakukan untuk mengetahui gambaran upaya pencegahan lofeksi Saluran Pemapasan Akut (ISPA) pada keluarga balita di Gampong Sukaramai Kecamatan Baiturrahman Banda Aceh Tahun 20 I 2. Desain penelitian bersifat deskriptif dan menggunakan teknik pengambilan sampel porposive sampling, dengan populasi 55 orang ibu yang memiliki balita dan sampel adalab 50 orang. Waktu penelitian dilakukan 02-11 Juli 2012, alat pengumpulan data yang digunakan yaitu kuesioner dengan teknik wawancara terpimpin. Hasil penelitian secara umum menunjukkan sebagian besar responden (58%) memiliki upaya yang baik dalam upaya pencegahan infeksi saluran pemapasan akut (ISPA). Sedangkan secara khusus upaya pencegahan infeksi saluran perapasan akut (ISPA) didapatkan bahwa upaya pencegahan tingkat pertama ISPA dengan kategori baik (50%), upaya pencegahan tingkat kedua ISPA dengan kategori baik (58%), dan upaya pencegahan tingkat ketiga ISPA dengan kategori baik (78%). Diharapkan kepada ibu yang memiliki balita untuk lebih dapat meningkatkan pengetahuan mengenai upayapencegahan ISPA dengan cara lebih banyak mencari informasi mengenai pencegahanISPA pada balita melalui media cetak, media elektronik dan pendidikan kesehatansehingga diharapkan dapat menurunkan angka kejadian ISPA pada balita