Salbutamol adalah terapi lini pertama untuk mengatasi gejala eksaserbasi asma. Aminofilin sudah
tidak digunakan karena merupakan obat rentang terapi sempit yang sering menimbulkan adverse
drug reaction (ADR). Kedua terapi tersebut dapat menimbulkan peningkatan kadar leukosit terkait
ADR yang dapat memengaruhi terapi lain. Penelitian ini bertujuan membandingkan kejadian
leukositosis antara terapi salbutamol nebulasi yang merupakan terapi lini pertama dengan aminofilin
intravena yang sering digunakan di beberapa tempat untuk terapi eksaserbasi asma. Metode yang
digunakan adalah kuasi eksperimental dengan pengukuran profil leukosit darah sebelum dan sesudah
intervensi. Kejadian leukositosis terkait ADR pada kelompok aminofilin (n=2) dengan nilai skala
naranjo sebesar 6 poin yang kemungkinan besar merupakan ADR. Perubahan profil darah yang
terjadi pada kedua pasien hanya pada kadar leukosit saja sedangkan data darah lainnya normal.
Oleh karena itu, profil darah pada penggunaan kedua terapi dalam eksaserbasi asma perlu dipantau
secara berkesinambungan agar tidak memengaruhi rekomendasi penambahan terapi lainnya