research

FUNGSI FOKLORE DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN MULTIBUDAYA SEBAGAI SARANA PENANAMAN TOLERANSI SISWASEKOLAH DASARMELALUI PEMBELAJARAN SENI DAN BUDAYA

Abstract

Folklore merupakan produk budaya yang lahir dari masyarakat petani atau rakat biasa. Ragam folklore meliputidongeng, cerita, hikayat, kepahlawanan, adat-istiadat, lagu, tata-cara, kesusastraan, kesenian dan busana daerah. Keseluruhan folklore merupakan realitas atas keber- agaman budaya. Dalam perspektif pendidikan multibudayakeragaman folklore digunakan sebagai saranamenanamkan toleransi siswa sekolah dasar. Tujuannya agar siswa sekolah dasar sejak dini dapat memberikan penghargaan dan apresiasi positif atas perbedaan yang ada di sekitaratau ling- kungan hidupnya. Adapun seni dan budaya dalam hal ini merupakan sarana pembelajaran yang digunakan untuk memberikan pengalaman langsung bagi siswa sekolah dasar dalam menghayati perbedaan dan keberagaman budaya tersebut. Kajian ini diharapkan dapat menjawaban persoalan bagaimana menempatkan folklore dalam implementasi pendidikan multibudaya guna meningkat- kan toleransi siswa sekolah dasar melalui pembelajaran seni dan budaya. Kata Kunci: Folklore, Pendidikan Multibudaya, Toleransi, Seni dan Budaya

    Similar works