Perubahan iklim telah menjadi isu utama dalam arahan pengembangan ruang perkotaan. Dampaknya iklim perkotaan berpotensi mempengaruhi kenaikan permukaan laut, banjir, dan peningkatan suhu udara. Perubahan iklim di perkotaan menyebabkan suhu udara lebih tinggi, sehingga menyebabkan ketidaknyamanan manusia yang akhirnya berefek kepada pemanasan global. Salah satu cara mengurangi dampak perubahan iklim adalah dengan pengembangan ruang terbuka hijau. Untuk mengetahui kondisi persebaran ruang terbuka hijau, persebaran suhu permukaan daratan, dan arahan prioritas utama pengembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Kota Pekalongan digunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif, yakni pengolahan data penginderaan jauh menggunakan tool GIS. Kesimpulan penelitian ini adalah, pertama suhu permukaan tinggi dipengaruhi oleh tutupan lahan berupa lahan terbangun. Semakin tinggi persentase lahan terbangun, maka semakin tinggi suhu permukaannya. Kedua, pengembangan ruang terbuka hijau sebagai pengatur iklim mikro kota akan lebih efektif jika dilakukan pada daerah dengan suhu tertinggi. Di Kota Pekalongan, pengembangan ruang terbuka hijau dilakukan pada Kecamatan Pekalongan Barat dengan ruang terbuka hijau bervegetasi lebat