Penangkapan Wakil Ketua KPK Dalam Bingkai Media
(Analisis Framing Berita Penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang
Widjojanto Oleh Kepolisian di cnnindonesia.com dan kompas.com Edisi 23 Januari 2015)
Proses pembentukan atau penulisan berita bukanlah menjadi suatu yang netral. Bagi kaum konstruktivis, sebuah peristiwa atau realitas dianggap merupakan bentukan dari wartawan. Dalam proses pembentukan atau konstruksi berita tersebut media dipengaruhi oleh ideologi media bersangkutan, karena ideologi menentukan bagaimana suatu media menempatkan nilai-nilai yang dipahami untuk menjelaskan berbagai realitas yang terjadi. Hal tersebut tercermin dari pembingkaian beritanya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran framing yang dilakukan oleh dua media online cnnindonesia.com dan kompas.com dalam
memberitakan peristiwa penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto oleh Kepolisian edisi 23 Januari 2015 dan untuk mengetahui apakah media dapat menjaga netralitas dan objektivitas dalam pemberitaan, dalam hal ini peristiwa penangkapan Wakil Ketua KPK Bambang Widjojanto. Penelitian ini menggunakan paradigma konstruksionis dengan pendekatan kualitatif serta menggunakan metode analisis framing model Pan dan Kosicki. Hasil analisis menunjukan bahwa framing yang dilakukan oleh kedua media yaitu cnnindonesia.com dan kompas.com menunjukan tidak dapat menempatkan diri di posisi yang netral dengan berpihak terhadap intitusi KPK. Namun demikian, tergambar masih adanya upaya untuk mendekati ke arah pemberitaan yang objektif