Penelitian dilakukan untuk mengetahui bagaimana makna yang terdapat pada Iklan Teh Pucuk Harum Versi “Ulat Kalah Rebutan” di Televisi. Kreatifitas media iklan dalam menyajikan pesan simbol yang terkandung makna didalamnya. Hal ini dapat terlihat dalam iklan Teh Pucuk Harum Versi “Ulat Kalah Rebutan”, dimana perusahaan menampilkan produknya dengan tampilan yang berbeda yaitu, memunculkan animasi kartun binatang ulat daun.
Penelitian untuk menganalisis dengan menggunakan Teori Rolanb Barthes untuk menjawab simbol dan makna simbol yang terdapat pada iklan Teh Pucuk Harum Versi “Ulat Kalah Rebutan” di Media Televisi. Ditinjau menggunakan Teori Semiotika Iklan yaitu dalam pendekatan Teori Roland Barthes yaitu, denotasi, konotasi dan mitos. Teh Pucuk Harum Versi “Ulat Kalah Rebutan” di Media Televisi.
Hasil dari penelitian ini, menunjukkan bahwa simbol yang terdapat pada iklan Teh Pucuk Harum Versi “Ulat Kalah Rebutan” di Media Televisi bahwa simbol merupakan pesan iklan untuj memperkenalkan produk yang dipasarkan melalui iklan MediaTelevisi. Makna simbol dalam penelitian ini menunjukan hasil Iklan Teh Pucuk Harum menjadikan simbol animasi kartun ulat untuk menarik minat penonton, dan dapat diartikan simbol ulat sebagai ikon produk, makna simbol yang didapat bahwa ulat yang berkonotasi menjijikan dan gatal menjadi sebuah mitos