research

Nalar Eskatologi Pluralisme Agama

Abstract

Sikap toleran terhadap eksistensi agama lain dan juga pemeluknya tampak menjadi keniscayaan etika-sosial kontemporer dalam masyarakat yang plural. Sekalipun demikian, realitas tersebut tidak serta-merta dapat diartikan menuntut pula keniscayaan adanya doktrin teologis yang membenarkan semua agama sebagai entitas sejajar dan sama-sama valid untuk mencapai keselamatan eskatologis guna menopangnya. Secara garis besar, terdapat dua model sikap teologis di kalangan muslim yang mungkin timbul berkenaan dengan pemikiran tentang ada atau tidaknya keselamatan di luar Islām, yakni: (1) menolak atau tidak menerima adanya keselamatan eskatologis bagi non-muslim; (2) menerima adanya keselamatan eskatologis bagi non-muslim. Mayoritas umat Islām memang lebih cenderung berpihak kepada (menerima) pendapat yang melihat bahwa agama Islām merupakan jalan eksklusif (satu-satunya) guna meraih keselamatan eskatologis. Tetapi mainstream tersebut bukanlah realitas yang bisa dijadikan alasan untuk menutupi kenyataan bahwa dua kemungkinan pandangan di atas ternyata sama-sama eksis dalam khazanah pemikiran Islām bahkan masih terus hidup mewarnai pemahaman teologis umat Islām hingga dewasa ini

    Similar works