Puyuh (Coturnix coturnix japonica) merupakan jenis aves yang cepat
bertelur dibandingkan dengan aves lain. Telur yang dihasilkan memiliki kadar
protein yang lebih tinggi dibandingkan dengan protein pada telur unggas lain.
Pencahayaan merupakan faktor penting dalam proses biologis pada kehidupan
aves. Pencahayaan akan mempengaruhi beberapa regulasi hormonal di dalam
tubuh aves. Proses reproduktif seperti proses terbentuknya telur pada aves
dipengaruhi oleh sistem hormonal yang diregulasi oleh cahaya. Penelitian ini
bertujuan mencari alternatif optimasi dalam manajemen pencahayaan pada
perkandangan puyuh agar mencapai produk yang optimal. Metode yang
digunakan adalah perlakuan puyuh dalam tiga macam warna cahaya
monokromatik yang berbeda, yaitu cahaya merah, hijau, dan biru dengan
intensitas 15 lux. Perlakuan dimulai pada saat puyuh berumur 4 minggu sampai
10 minggu. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Data
yang dihasilkan dalam penelitian ini dianalisis menggunakan Analysis Of Varian
(ANOVA), dan diuji lanjut dengan menggunakan uji DMRT pada taraf
signifikansi 95%. Parameter dalam penelitian ini adalah kadar protein telur, bobot
tubuh, dan konsumsi pakan. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa cahaya
monokromatik yang terekspresi pada warna cahaya merah, hijau, dan biru dapat
mempengaruhi bobot dan konsumsi pakan, namun tidak dapat mempengaruhi
kadar protein telur. Kesimpulan dari penelitian ini adalah cahaya monokromatik
dapat digunakan sebagai alternatif sumber cahaya artifisial untuk mencapai
produk yang optimal tanpa merubah kadar protein telur