Dengan kemajuan teknologi informasi maka komputer dan printer semakin banyak digunakan di rumah
tinggal. Di sisi lain, krisis energi menjadi pemicu meningkatnya penggunaan Lampu Hemat Energi (LHE).
Komputer, printer & LHE merupakan beban non linier yang menjadi penyebab munculnya harmonisa yang dapat
mengganggu sistem distribusi listrik termasuk Trafo distribusi.
Dengan melakukan pengukuran di trafo distribusi maka dapat diketahui bahwa pada trafo distribusi
timbul arus harmonisa yang dapat meningkatkan rugi-rugi pada trafo distribusi sehingga hal ini dapat berdampak
pada penurunan kapasitas trafo (derating transformator). Seberapa level harmonik yang diijinkan menjadi penting
untuk diketahui, sehingga transformator distribusi bisa awet tanpa harus banyak menambah komponen penapis
tambahan.
Berdasarkan hasil pengukuran dan proses analisis menunjukkan THD arus di Transformator Teknik
Kimia, Teknik Sipil, Teknik Elektro, dan Teknik Mesin pada waktu-waktu tertentu ada yang melebihi standar.
Sedangakan untuk THD tegangannya tidak ada yang melebihi standar. Selain itu menunjukkan bahwa Semakin
besar THD arus yang terkandung pada transformator, maka penambahan rugi-rugi transformator akan semakin
besar, dan derating transformator akan semakin tinggi. Sedangkan besar arus netralnya tergantung dari besar
komponen harmonisa ganjil kelipatan 3, dimana menunjukkan bahwa harmonisa memberikan penambahan yang
cukup besar terhadap besar arus netral.
Kata kunci : beban non linier, harmonisa, trafo distribusi, THD, arus netral, rugi-rugi, derating transformato