Talasemia beta mayor (TBM) merupakan penyakit hemoglobinopati herediter, ditandai anemia (hipoksia), peningkatan radikal bebas dan iron overload yang dapat mengakibatkan disfungsi atau kerusakan organ, salah satunya gangguan fungsi glomerulus (podocyte) yang akan menyebabkan kerusakan ginjal yang di tandai dengan adanya albuminuria. Podocalyxin urin (PCX urin) adalah marker kerusakan podocyte yang terdeteksi lebih awal dibandingkan pemeriksaan albuminuria. Tujuan penelitian ini menganalisis hubungan antara kadar PCX urin dan albuminuria sebagai penanda kerusakan ginjal pada pasien TBM. Penelitian analitik observasional dengan pendekatan potong lintang pada 60 pasien TBM usia ≤18 tahun di Bagian Ilmu Kesehatan Anak Rumah Sakit Dr. Moewardi (RSDM) di Surakarta pada bulan Juli 2017. Data penelitian dianalisis dengan tabel 2x2 untuk menentukan prevalence ratio (PR) tiap variabel, kemudian dilanjutkan analisis multivariat dengan regresi logistik. Nilai p<0,05 bermakna secara statistik. Prevalensi terjadinya albuminuria pada pasien TBM penelitian ini adalah 20%. Analisis bivariat menunjukkan tidak terdapat hubungan PCX urin, umur, jumlah transfusi, lama transfusi dan lama terapi khelasi besi dengan albuminuria (p=0,511, p=0,093, p=0,169, p=0,329 dan p=0,726). Didapatkan hubungan antara derajat anemia dan albuminuria (PR=5,91; IK 95% 1,17-29,89; p=0,020). Analisis multivariat menunjukkan derajat anemia secara independen berhubungan bermakna secara statistik dengan albuminuria (PR=5,58; IK 95% 1,03-30,23; p=0,046). Penelitian ini menunjukkan tidak terdapat hubungan bermakna secara statistik antara kadar PCX urin dan albuminuria, didapatkan hubungan bermakna secara statistik antara derajat anemia dan albuminuria pada pasien TBM. Diperlukan pemantauan rutin fungsi ginjal pada pasien TBM Kata kunci: talasemia beta mayor, podocalyxin urin, albuminuria, kerusakan ginjal