Kepiting bakau (Scylla serrata Forsskål, 1775). merupakan salah satu jenis Crustacea, yang memiliki nilai ekonomis
penting. Produksi kepiting soft shell yang telah dihasilkan masih belum optimal. Beberapa faktor penyebab
rendahnya produksi kepiting bakau di daerah pertambakan antara lain: rendahnya penguasaan teknologi budidaya dan
pengelolaan budidayanya masih dilakukan secara tradisional, sehingga mortalitasnya masih cukup tinggi. Oleh karena
itu perlu segera dilakukan pemecahan permasalahan melalui perbaikan teknologi budidaya kepiting bakau di daerah
pertambakan.Penelitian bertujuan untuk mengetahui respon penggunaan shelter pada permukaan rakit pada uji coba
budidaya kepiting soft shell terhadap pertumbuhan, kelulushidupan, faktor konversi pakan dan jumlah moulting
kepiting bakau.Penelitian dilakukan di kawasan pertambakan di Kelurahan Kasepuhan, Kabupaten Batang. Hewan uji
menggunakan kepiting bakau (S. serrata Forsskål, 1775), berat awal ± 80 g sebanyak 2000 ekor dengan padat
penebaran 15 ekor per m2. Media uji menggunakan air laut salinitas 23 ppt. Pakan menggunakan ikan Petek dengan
pemberian sebesar 3% dari berat tubuh hewan uji, frekuensi pemberian sebesar 3 kali per hari, pagi, sore dan malam
hari. perbandingan 20 % : 40 % : 40 %. Wadah uji menggunakan bok plastik dengan penutup bambu, berukuran
(panjang x lebar x tinggi) 30 cm x 20 cm x 20 cm sebanyak 2000 buah. Wadah uji diletakkan pada rakit bambu
berjajar 2 baris berukuran (0,65x14 m2). Pelindung wadah dari penetrasi intensitas sinar matahari langsung
diletakkan di permukaan rakit dan dipergunakan sebagai perlakuan. Penelitian menggunakan metode kaji tindak
dengan rancangan acak lengkap Penerapan perlakuan, berupa penggunaan shelter (S) dan non shelter (NS). Pada
penerapan perlakuan shelter memberikan perbedaan nilai kecepatan pertumbuhan sebesar 0,12 % per hari lebih
tinggi, nilai konversi pakan 0,23-0,30 lebih rendah, mortalitas10-15 % lebih kecil, moulting 10-30 % lebih tinggi dari
pada sistim pemeliharaan tanpa penggunaan shelter. Kualitas air yang meliputi salinitas, suhu, oksigen terlarut, pH,
ammoniak, kecerahan di lokasi pemeliharaan kepiting bakau masih cukup layak untuk mendukung kehidupan
kepiting. Dalam pemeliharaan kepiting soft shell diperlukan pelindung untuk menghindari besarnya kematian akibat
pengaruh langsung penetrasi intensitas sinar matahari. Adapun dalam penggunaan pelindung perlu dicarikan alternatif
bahan yang secara ekonomi menguntungkan. Pelindung pohon bakau merupakan salah satu bahan yang cukup baik
untuk kehidupan kepiting bakau disamping itu mempunyai fungsi ganda untuk memperbaiki lingkungan dan
melindungi abrasi pantai